Di tengah maraknya layanan streaming musik, podcast, dan media sosial, ternyata komunitas pendengar radio masih tetap eksis. Bahkan, sejumlah kelompok pendengar radio masih rutin menggelar kopi darat (kopdar) sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarpendengar.
Hal ini terlihat dari unggahan Maman Tripaba di Facebook Group Radio Tuner FM dan Pemancar FM Indonesia. Ia membagikan pengalaman mengikuti kopdar pendengar radio yang digelar oleh komunitas pendengar UTY FM di Medari, Sleman, pada Minggu (7/6/2026).
"Kopdar pendengar siaran UTY Citra Budaya yang mengudara dini hari pukul 01.00–05.00 WIB," tulisnya.
Unggahan tersebut menarik perhatian banyak pegiat radio dan memunculkan berbagai komentar yang menunjukkan bahwa tradisi berkumpulnya para pendengar radio masih hidup di sejumlah daerah.
Salah satu komentar datang dari Fajar Farid Gunarto yang menyebutkan bahwa komunitas pendengar radio di wilayah Magelang juga masih aktif.
"Masih... syawalan pendengar RKD Radio Konco Ndeso Magelang," tulisnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa radio tidak sekadar menjadi media hiburan dan informasi, tetapi juga mampu membangun ikatan sosial di antara para pendengarnya. Hubungan yang awalnya terjalin melalui udara berkembang menjadi pertemanan nyata yang diwujudkan melalui kegiatan kopdar, syawalan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
Di wilayah Magelang sendiri, keberadaan komunitas pendengar radio masih cukup kuat. Salah satunya adalah komunitas pendengar Radio Konco Ndeso yang mengudara di frekuensi 107,9 FM dari Bandongan, Magelang. Radio ini dikenal mengangkat seni, budaya, dan kehidupan masyarakat pedesaan sehingga memiliki basis pendengar yang loyal.
Selain Radio Konco Ndeso, Magelang juga masih memiliki sejumlah stasiun radio lokal yang aktif mengudara seperti Radio Tidar FM, CBS Radio, Gemilang FM, dan Magelang FM. Kehadiran radio-radio lokal tersebut menjadi bukti bahwa media radio masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Meski jumlah pendengar radio tidak sebesar masa kejayaannya dulu, berbagai diskusi komunitas radio menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang setia mendengarkan radio, baik melalui perangkat radio konvensional, radio mobil, maupun streaming internet.
Bagi sebagian orang, radio bukan sekadar media pemutar lagu. Suara penyiar, sapaan antarpendengar, hingga kebiasaan mengirim salam dan permintaan lagu menciptakan kedekatan yang sulit tergantikan oleh platform digital modern.
Karena itulah, meskipun zaman telah berubah, tradisi kopdar pendengar radio masih terus bertahan. Sebuah bukti bahwa radio tetap memiliki komunitas yang hidup dan setia menjaga kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

No comments:
Post a Comment