Catatan April 2019 : Padatnya frekuensi Radio VHF 136 - 174 MHz di Sekitar Jogja


Padatnya frekuensi Radio Komunikasi pada band VHF 136 - 174 MHz di Sekitar Jogja. Sekilas yang dirasakan dari monitoring dan menyimak komunikasi di rentang frekuensi ini. Ada 1200 kanal frekuensi yang digunakan untuk komunikasi (data Tahun 2017-2019) sehingga jika dirata-rata jarak kosong antar frekuensi atas dan bawahnya yang digunakan adalah sekitar 30 KHz sehingga tidak mudah menemukan frekuensi yang kosong. Meskipun sebenatarnya tidak boleh juga menggunakan frekunsi VHF secara bebas tanpa ijin.


Pada posisi di Jogja agak ke barat tidak hanya bisa mendengarkan dari Jogja saja namun juga dari arah utara (Magelang, Temanggung) dan sebagai barat (KulonProgo, Purworejo). Sebagai dari arah Timur Klaten juga sedikit terdengar. Sebagai "tukang monitor" tidak bisa membedakan secara pasti mana pengguna frekuensi yang berijin ataupun tidak. Data pengguna frekuensi yang berijin (ISR/ Ijin Stasiun Radio) sepertinya ada di Balmon namun tidak disajikan secara terbuka.
Komunikasi yang dilakukan secara umum ada yang berupa :

  1. Komunikasi langsung Direct : Kominitas Lokal (Lokalan)
  2. Simplek-Duplek : Biasnaya Taksi
  3. Duplek (+/-) dengan menggunakan RPU (Radio Pancar Ulang) : Organisasi, Komunitas, Perusahaan, PLN, Kereta, Pemerintah, dll.
  4. Ada yang Cross Band VHF / UHF 

Dari pengguna jenis komunikasi paling banyak digunakan adalah menggunakan RPU tercatat ada sekitar 277 Frekuensi VHF yang digunakan sebagai Frekuensi Output RPU dari data Januari- April 2019. Jika ditambahan dengan data tahun sebelumnya 2018-2019 ada lebih dari 500 frekuensi Output RPU. Mengapa data 2018-2019 bisa banyak? Karena beberapa ada yang pindah frekuensi, tidak aktif lagi, ada juga tambah RPU baru.

Sementara untuk komunikasi direct ada sekitar 140 Kanal VHF yang termonitor, ini lebih banyak di Frekuensi umum  di 14x Mhx (14-an Mhz) paling banyak di kanal RAPI dan ORARI dan sebagai ada di frekuensi diatas 148 Mhz.

Jika dilihat dari penggunaan frekuensinya ada yang :

  1. Emergency : digunakan saat ada kegiatan saja bisa ajdi tidak terjadwal dan NET seperti BPBD, SAR, PMI dan sejenisnya. Bisanya ada jam tertentu untuk NET dan cek personel dan laporan.
  2. Kesiapsiagaan dan kebencanaan : Laporan-laporan dan penanggana kebencanaan dan sedikit sekali ada obrolan yang santai. (Serius)
  3. Komunitas / lokalan : Obrolan saling sapa, santai (ngalor ngidul). 
  4. Penunjang aktivitas : Seperti penangganan kasus, mobilisasi, kegiatan sehari-hari (kantor, hotel, taksi, dll)
  5. Frekuensi tone terus seperti sinyal (pantauan) Gunung Merapi
  6. Radio Track-trakan : Diguankan terutama untuk “balapan”, penthung-penthungan cek kekuatan daya pancar radio.

Jika dilihat dari penggunaan waktu frekuensi secara umum (Keseluruhan) lebih banayk diguanakan saat sore hingga malam hari. Jam penggunaan paling banyak antara jam 20.00 -23.00 WIB, waktu-waktu ini adalah jam ini paling sering kanal-kanal VHF terisi dengan pengguna.


Data-data ini bersumber data dari pengamatan pribadi hasil / catatan pribadi menggunakan radio dengan antenna luar sekitar 10meter. 

No comments:

Post a Comment